Masa Baru MotoGP: Senior Mulai Tersingkir, Waktunya Junior Mengambil Pindah Panggung

Posted on

 

Masuknya Jack Miller ke Ducati Tim pada 2021 seakan memperjelas jika MotoGP sekarang sudah masuk masa baru. Team-team peserta dapat dibuktikan membidik rider-rider muda yang dapat dibuat project periode panjang, serta beberapa pembalap senior perlahan-lahan mulai tersingkir karena beberapa unsur.

Beberapa pembalap yang berumur 30 tahun atau bisa lebih, sekarang telah mulai memperhitungkan waktu pensiun, sesaat bekasnya berkesempatan geser kejuaraan. Valentino Rossi contohnya. Sudah berumur 41 tahun, The Doctor masih ingin balapan pada 2021, tetapi percaya tidak akan balapan lagi pada 2022.

Pembalap LCR Honda, Cal Crutchlow, yang pada Oktober kelak berumur 35, akui sudah mengulas kontrak baru. Walau demikian, semenjak tahun kemarin, pembalap Inggris ini mengatakan badannya terkadang tidak dapat lagi diminta untuk selalu fit, diawali pada luka sendi kronis yang dia alami karena kecelakaan hebat di Australia pada 2018.

Sekarang ini, negosiasi kontrak di antara Ducati Tim serta Andrea Dovizioso diketahui berjalan alot karena besaran upah. Walau peluang masih dapat balapan, pada Februari lalu, pembalap berumur 34 tahun itu sudah memberikan signal jika dianya akan oke-oke saja bila pensiun di akhir 2020.

Belakangan ini, Aleix Espargaro yang pada Juli kelak berumur 31 tahun, akui semakin dekat dalam kata setuju untuk selalu balapan di Aprilia Racing. Tetapi dia mensinyalir jika kontrak barunya kelak bisa menjadi kontrak terakhir kalinya, sebab dia ingin pensiun untuk konsentrasi pada keluarga.

Kontrak yang Tidak Tentu, Masalah Doping, serta WorldSBK

 

Juara dunia Moto2 2014, Tito Rabat, akan berumur 31 pada Juli. Dia ialah pembalap pertama yang kantongi kontrak untuk 2021. Walau demikian, dia sangsi kontraknya akan ditetapi, berkaca pada perselisihan Karel Abraham di akhir 2019, waktu kontraknya diputus sepihak oleh Reale Avintia Racing.

Akan berumur 31 pada Agustus, Andrea Iannone masih dipercaya punyai bakat untuk kembali pada papan atas. Sayang, pembalap Aprilia Racing itu dijatuhkan larangan balap semasa 18 bulan karena masalah doping. Dengan cara teori, dia dapat kembali membalap pada 2022. Tetapi, waktu itu dia akan berumur 33 tahun, serta peluang susah mendapatkan team yang ingin menggandengnya kembali lagi.

Di sisi lain, Danilo Petrucci pada Oktober kelak akan berumur 30 tahun, serta sekarang ini terancam terdepak dari Ducati Tim sebab team asal Italia itu berkemauan menandemkan Miller dengan Dovizioso. Sekarang dia juga punyai penawaran untuk turun bersama-sama Aruba.it Racing Ducati di WorldSBK 2021.

Dengan demikian, beberapa pembalap senior yang peluang akan bertahan di MotoGP semakin lama hanya pembalap LCR Honda, Takaaki Nakagami (28); pembalap Red Bull KTM Factory Racing, Pol Espargaro (29); serta pembalap Reale Avintia Racing, Johann Zarco (29).

Waktunya ‘Young Guns’ Unjuk Gigi

 

Arti ‘Young Guns’ pernah terkenal di MotoGP pada masa 2005-2006, yang saat itu diisi oleh Valentino Rossi, Nicky Hayden, Marco Melandri, Toni Elias, Dani Pedrosa, serta beberapa pembalap muda yang lain yang kuasai kompetisi papan atas kelas paling tinggi.

Makin lama, arti itu tidak sempat ada lagi, serta peluang dapat kembali lagi digunakan mulai 2021. Masalahnya sejumlah besar tempat di team-team MotoGP akan diisi oleh beberapa pembalap muda. Hampir tiap pabrikasi peserta sekarang punyai 1-2 pembalap muda yang dapat dihandalkan di waktu depan.

Yamaha diketahui menandemkan Maverick Vinales (25) serta Fabio Quartararo (21) di team pabrikasi, serta Franco Morbidelli (25) berkesempatan bertahan di Petronas Yamaha SRT. Marc Marquez (27) dinyatakan bertahan di Repsol Honda, bersanding dengan adiknya sendiri, Alex Marquez (24), yang berkesempatan besar bisa ekstensi kontrak.

Suzuki Ecstar juga sudah menjaga Alex Rins (25) serta Joan Mir (23), sesaat Ducati punyai Miller (25) di team pabrikasi. Francesco Bagnaia (23) akan dipertahankan oleh Pramac Racing, team yang terakhir diberitakan sudah capai persetujuan verbal dengan pembalap Moto2, Jorge Martin (22).

KTM, yang sekarang ini masih jadikan Pol Espargaro (29) untuk pimpinan peningkatan RC16, juga punyai ‘tabungan’ berbentuk tiga pembalap muda menjanjikan, yaitu Brad Binder (25) di team pabrikasi, dan Miguel Oliveira (25) serta Iker Lecuona (20) di Tech 3 Racing.

Telah Seru serta Bentuk Persaingan Semenjak Belia

 

Umumnya dari pembalap-pebalap muda ini pernah bertemu serta bertanding seru di kelas-kelas yang semakin mudah, serta umumnya dari mereka juga adalah rider-rider papan atas sebab sempat turut merebutkan kemenangan serta gelar dunia.

Salah satu pembalap yang tidak pernah mencicip kemenangan dalam profesinya di Grand Prix hanya Lecuona. Tetapi, style balapnya yang benar-benar agresif serta sering menggedor papan atas Moto2, membuat diprediksikan akan pas dengan ciri-ciri motor MotoGP.

Lawanitas-rivalitas yang telah terikat semenjak belia peluang akan kembali lagi membara serta membuat MotoGP semakin hebat. Misalnya, persaingan Marc Marquez serta Vinales yang terikat semenjak masih beberapa anak, begitupun Alex Marquez serta Miller yang bertanding merebutkan gelar Moto3 2014 sampai titik darah penghabisan, atau Vinales serta Oliveira yang sempat seru di CEV.

Vinales versus Quartararo serta Rins versus Mir juga menarik untuk dilihat, sebab mereka bersanding di team yang sama, sampai diprediksikan akan melahirkan persaingan bebuyutan jenis ‘Rossi versus Lorenzo’ saat bersanding di Yamaha pada 2008-2010 serta 2013-2016.

Tidak cuma penuh prestasi serta bakat, beberapa pembalap muda ini dimanja oleh peraturan tehnis MotoGP yang membuat perform semua motor cukup sama dengan serta sama kompetitifnya. Akhirnya, sekarang mereka semakin lebih gampang konsentrasi untuk semakin memercayakan kekuatan diri kita untuk membuat ketidaksamaan di trek.

Siapakah dari mereka yang akan mendapatkan keberhasilan besar di waktu depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *