Jonatan Christie, dari Club Kecil Sekarang Jagoan Indonesia ke Olimpiade

Posted on

Jakarta – Olahragawan tunggal putra, Jonatan Christie telah berlatih olahraga bulu tangkis semenjak umur 6 tahun. Panggung pertama kalinya ialah kompetisi kecil di Jakarta.

Jonatan sekarang jadi salah satunya jagoan Indonesia di Olimpiade Tokyo tahun kedepan. Ia telah qualified sesudah tempati rangking tujuh Road to Tokyo, bersama-sama Anthony Sinisuka Ginting (rangking 4) di bidang tunggal putra.

Jauh sebelum jadi jagoan, pria yang akan berumur 23 tahun September akan datang itu memperdalam olahraga tepuk bulu dari umur awal. Lewat ekstrakurikuler di sekolah, ia menjajal peruntungannya dengan terhimpun dalam satu club kecil di teritori Jakarta Timur.

“Sebetulnya saya ditujukan oleh papah ke dunia bulu tangkis. Papah dahulunya ialah seorang olahragawan. Tetapi berawalnya dari Sekolah Fundamen (SD) sebab ada ekstrakurikuler. Kemungkinan sebab takut anaknya jadi hitam, latihan siang-siang kepanasan, jadi papah pilih saya untuk main di bulu tangkis,” narasi Jonatan Christie pada Menpora Zainudin Amali lewat live Instagram Kemenpora.

Walau ditujukan orangtua, Jonatan Christie ambil pekerjaan barunya untuk olahragawan dengan tanggung jawab. Ia latihan pagi sore. Start pukul 04.00 WIB subuh sampai jam 07.00 WIB. Selanjutnya latihan kembali lagi jam 15.00 WIB. Hal tersebut hampir dia kerjakan tiap hari. Hasilnya, Jonatan dapat jadi juara sesudah setahun berlatih di kompetisi kecil.

“Jadi tertariknya sebab juara itu serta ada hadiah uang . Saya berpikirnya enak ya, dapat buat jajan. Bangga sebab dapat uang,” kata Jonatan.

Jonatan juga dipilih sebagai wakil timnya di kejuaraan di antara club di DKI Jakarta.

Lima tahun berjalan, Dari sana lah, tahap lain dari profesinya diawali. Ia berjumpa dengan Hendry Saputra, pelatih PB Terampil yang pelatih tunggal putra di Pelatnas, Cipayung.

“Waktu itu, Koh Hendry lihat saya, serta katakan cukup. Saya juga dicoba di timnya serta pada akhirnya bicara dengan papah. Pada akhirnya saya masuk club itu. Itu club besarnya,” katanya.

“Kemudian saya ikuti banyak kompetisi-turnamen nasional serta Circuit Nasional. Pada 2013, saya masuk pelatnas Cipayung dengan posisi pratama pada umur 15 tahun. Waktu itu saya seangkatan dengan Anthony Sinisuka Ginting serta Ihsan Maulana Mustofa. Senior-senior ada banyak ada mas Sonny Dwi Kuncoro,Simon Santoso, serta mas Tommy Sugiarto

 

 

Populeritas Jonatan Christie juga semakin melesat. Ia sukses memenangkan kompetisi-turnamen internasional. Salah satunya panggung pertama kalinya ialah Asian Youth U-15 di Jepang. Selanjutnya diikuti gelar-gelar yang lain termasuk juga multievent. Seperti juara di beregu putra SEA Games 2015, 2017, serta 2019.

Ia memenangkan Kejuaraan Asia Tim pada 2016, 2018, serta paling baru tahun ini. Di level super series, olahragawan asal DKI Jakarta ini sukses kantongi emas di Australia Open 2019 serta New Zealand 2019.

Dibalik keberhasilannya, Jonatan Christie sempat pada keadaan di-bully serta dinilai mengingat ia sempat tidak sekalinya mendapatkan titel juara di level kompetisi super series atau grand prix. Salah satu gelar yang dia dapatkan waktu SEA Games 2017 di Malaysia.

Walau sebenarnya Jonatan disebut untuk tunggal putra generasi baru selesai masa Taufik Hidayat

Simon Santoso, serta Sony Dwi Kuncoro. Tetapi, tetap ada peluang untuk tiap orang membekap kritikan yang ada dan itu yang dilaksanakan Jonatan sekarang. Puncaknya waktu di Asian Games 2018. Jonatan sukses menunjukkan stigma orang terhadapnya.

“Asian Games itu kompetisi paling berat saya. Pertama main di dalam rumah sendiri serta desakannya mengagumkan,” katanya.

“Saya bangga dapat masuk pelatnas. Terima kasih pada orangtua serta nenek yang telah memberikan dukungan saya 100 %. Sebab waktu saya masih di club PB Terampil, saya tinggal di dalam rumah nenek serta benar-benar di-support. Sesaat untuk pelatih, saya mengucapkan terima kasih pada Bapak Harto (pelatih saya di club kecil SD), serta coach Hendry,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *