Ada Satu Rekor Mourinho yang Tidak Dapat Disamai Guardiola, Jadi Siapa Semakin Baik?

Posted on

 

Josep Guardiola bisa dikatakan sebagai pelatih paling brilian dalam sepak bola kekinian. Tetapi, sebetulnya masih ada satu kebimbangan besar yang tetap mengganggunya: Guardiola dipandang cuma berani bermain aman.

Sampai detik ini, Guardiola sudah mendapatkan keseluruhan 8 piala liga semasa 11 musim, dua piala Liga Champions semasa menuntun Barcelona. Catatan itu mengagumkan, tetapi masih disangsikan.

Guardiola sudah menunjukkan mutunya di tiga negara tidak sama. Pertama ia menuntun Barca jadi raja Spanyol, membimbing Bayern Munchen menjadi juara Jerman, serta sekarang meningkatkan Manchester City jadi team paling baik Inggris.

Secara singkat, Guardiola telah menjadi juara di tiga negara teratas tidak sama. Catatan bagus, tetapi masih ada yang meragukannya sebab jadi juara Bundesliga bersama-sama Bayern berkesan gampang, hampir tanpa ada rintangan.

Oleh karena itu Guardiola dilihat belum juga sehebat Jose Mourinho, yang dapat menjadi juara di Inggris, Spanyol, Italia (3 liga level paling tinggi) serta pasti Portugal.

Bagaimana persaingan dua pelatih teratas ini?

Rekor Mourinho

Menurut Squawka, Mourinho salah satu pelatih dalam perincian privat 6 pelatih yang sempat menjadi juara minimum di 4 negara tidak sama. The Special One mengawali profesinya bersama-sama Porto, lalu ke Chelsea, Inter Milan, Real Madrid, serta sekarang kembali pada Inggris.

Walau tahun-tahun ini berjalan jelek buat Mourinho — serta saat-saat bersama-sama MU sudah mencoret portofolionya — tetapi mutunya untuk pelatih teratas tidak dapat dilihat sepele. Mourinho ialah agunan piala ke mana juga ia pergi.

Ia bawa Porto menjadi juara liga serta Liga Champions. Bawa Chelsea menjadi juara Premier League pada musim pertama kalinya. Membimbing Inter Milan mendapatkan treble winners. Lalu, perolehan terbaik ialah saat hentikan supremasi Barcelona di La Liga sewaktu mengatasi Real Madrid.

Tertera, Mourinho ialah pelatih pertama di dunia yang sempat menjadi juara di Inggris, Italia, serta Spanyol. Rekor berikut yang belum disamai Guardiola.

Guardiola di Jerman

Sebetulnya Guardiola cuma perlu satu peluang di liga teratas yang lain untuk menyamakan rekor Mourinho. Bisa ia tinggalkan Man City satu-dua tahun ke depan, tetapi ke mana?

Walau dapat dibuktikan untuk juru strategi mengagumkan, Guardiola dipandang pelatih manja hanya karena ingin masuk dengan club yang dapat penuhi tuntutannya dalam mengubah tim.

Baik di Bayern atau di Man City, Guardiola tetap memperoleh beberapa pemain yang ia kehendaki untuk meningkatkan tim. Keinginan itu sebetulnya pas, yang dapat dibuktikan dengan titel juara diakhir musim.

Tetapi, perolehan Guardiola di Jerman dipercaya tidak spesial. Siapa juga pelatihnya, Bayern Munchen memang hampir tidak terkalahkan. Kedatangan Guardiola tidak mengganti apa saja.

Zone Nyaman

Disamping itu, kemungkinan kecil Guardiola akan meneruskan profesinya di Serie A atau Ligue 1 bila tinggalkan Man City kelak. Ia diperkirakan akan kembali pada Spanyol untuk mengatasi Barca lagi.

Bila ingin menyamakan rekor Mourinho, Guardiola harus coba rintangan di lain tempat, sebutkanlah di Serie A. Ia bisa masuk dengan Juventus serta menjadi juara Serie A, walau sebetulnya tekad penting Juve berada di Liga Champions.

Agar demikian, mengingat perjalanan Guardiola selama ini, kemungkinan kecil ia akan coba rintangan di Serie A. Tidak sama dengan Mourinho yang berani mengatasi Inter serta menggedor supremasi di saat itu.

Mourinho versus Guardiola: Keseluruhan piala

Gelar Liga: Mourinho 8 – 8 Guardiola
Liga Champions: Mourinho 2 – 2 Guardiola
Klub World Cup: Mourinho 0 – 3 Guardiola
Liga Europa: Mourinho 2 – 0 Guardiola
UEFA Super Cup: Mourinho 0 – 3 Guardiola
Piala domestik: Mourinho 9 – 7 Guardiola
Keseluruhan: Mourinho 21 – 23 Guardiola
Catatan di atas cukup unik. Walau Mourinho bisa disebutkan berpuasa dalam 3 tahun paling akhir, rupanya catatan piala Guardiola tidak unggul begitu jauh. Lebih, bila disaksikan semakin detil, Mourinho seringkali menjadi juara pada pertandingan panjang.

Style Bermain serta Filosofi

Masalah style bermain, team Jose Mourinho semakin diketahui dengan style pragmatis yang memprioritaskan hasil. Mourinho tetap memprioritaskan barisan bek tanggguh, lalu dilindungi dua gelandang bertahan yang punyai fisik mengagumkan.

Guardiola sebaliknya. Walau telah sedikit beralih, ia masih junjung sepak bola indah. Man City juga saat ini bermain indah, walau sebetulnya mulai memperlihatkan perkembangan tempo gempuran yang bertambah cepat.

Team Pep semakin lengkap: dapat menyuguhkan gempuran mengagumkan serta dapat bertahan secara baik. Tetapi, team Mourinho pun tidak dapat dilihat

Ciri-ciri

Mourinho semakin diketahui untuk pelatih paling dibenci di dunia sepak bola sebab komentar-komentarnya yang provokatid, serta kadang menyengaja menggempur pemain spesifik. Tetapi, dibalik itu sebetulnya ada figur yang benar-benar perduli dengan beberapa pemain.

Mereka yang mengenali Mourinho tentu mengerti jika komentar-komentarnya hanya bentuk perang mental untuk menghidupkan kekuatan paling baik pemainnya. Sayangnya, tidak semua pemain dapat menerimanya secara baik.

Tidak sama dengan Mourinho, Guardiola dilihat untuk pelatih prima, baik hati, serta sedikit omong. Tetapi, Pep sebetulnya punyai kekeliruan-kesalahannya.

Ia mengaplikasikan cara latihan yang begitu intensif serta kuras tenaga beberapa pemain. Dapat dibuktikan, ada beberapa pemain Bayern yang demikian lega saat Guardiola pergi serta Carlo Ancelotti tiba menggantinya.

Tanggapan Pemain

Kecuali perbandingan-perbandingan di atas, yang penting diperhitungkan ialah tanggapan pemain yang sempat belajar langsung di bawah dua pelatih teratas itu. Samuel Eto’o adalah diantaranya, sempat diarahkan Pep di Barca serta bersama-sama Mourinho di Inter.

Khasnya, Eto’o melemparkan tanggapan yang cukup pedas untuk Pep. Dia paham Mourinho lebih bagus dari Guardiola, piala Liga Champions menunjukkan itu.

“Saya tidak dapat memperbandingkan Mourinho dengan Guardiola, satu dari mereka tidak dapat memenangkan Liga Champions bersama-sama Bayern Munchen, serta satunya dapat menjadi juara bersama-sama Porto, ” tegas Eto’o.

Jadi siapa yang sebetulnya lebih bagus, Bolaneters? Catat pendapatmu di kotak kometar ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *